Minggu, 07 Agustus 2016

Pengelolaan Sekolah, Madrasah Dan Pondok Pesantren Muhammadiyah

VISI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MUHAMMADIYAH
(Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah Th 2015)
Berkembangnya fungsi pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah mencakup sekolah, madrasah dan pondok pesantren yang berbasis Al-Islam Kemuhammadiyahan, holistik integratif, bertata kelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.

MISI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH
1.      Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah    yang unggul dan berkemajuan;
2.      Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang holistik dan integratif yakni mengembangkan potensi akal, hati, dan keterampilan yang seimbang;
3.      Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang akuntabel dan inklusif;
4.      Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang didukung iptek dan imtak.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Proposal Block Grand MGMP


PROPOSAL
BLOCKGRANT KEGIATAN MGMP MATEMATIKA SMA
TAHUN 2016




MGMP MATEMATIKA SMA
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR




DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
PROVINSI LAMPUNG





PENGESAHAN

PENGAJUAN PROPOSAL
BLOCK GRANT KEGIATAN MGMP MATEMATIKA SMA
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
TAHUN 2016

Nama                               :    MGMP MATEMATIKA SMA LAMPUNG TIMUR
Ketua                               :    Ikhsanudin, S.Pd. M.Pd.
Sekretaris                         :    Hardika Saputra, S.Pd., M.Pd.
Bendahara                       :    Siti Juwariah, S.Pd.
Sekretariat                       :    SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
Alamat                             :    Jalan Baru Mengandungsari
Kecamatan                      :    Sekampung Udik
Kabupaten                       :    Lampung Timur
Provinsi                     
                                                                                   
                                                                        Lampung Timur, 22 Februari 2016
MGMP Matematika SMA Kabupaten Lampung Timur
                                 Ketua,                                                         Sekretaris,


             IKHSANUDIN, S.Pd., M.Pd.              HARDIKA SAPUTRA, S.Pd., M.Pd.
                NIP. 197905142002121002                                             NIP.

Mengetahui,
an. Kepala Dinas Dikpora  Kabupaten Lampung Timur,
Kabid Dikmen



TRIWAHYU HANDOYO, M.Pd.
NIP. 19700625 199512 1 002

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. dimana  pada kesempatan ini kami telah menyelesaikan proposal pengajuan Block Grant Kegiatan MGMP Matematika SMA tahun 2016.
Melalui kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kesempatan kepada MGMP Matematika SMA Kabupaten Lampung Timur untuk mendapatkan Kuota penyaluran Block Grant Kegiatan MGMP SMA tahun 2016, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi MGMP kami untuk berkembang dalam rangka memperbaiki pembelajaran Matematika di Kabupaten Lampung Timur yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan prestasi belajar matematika siswa di Kabupaten Lampung Timur.
Selain itu ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur yang telah bersedia dan siap mendampingi kami dalam rangka pengelolaan Block Grant ini nantinya. Dan juga kepada rekan-rekan pengurus dan Anggota MGMP yang selama ini aktif mengikuti kegiatan MGMP mari kita tingkatkan lagi semangat kita dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan di Kabupaten kita ini.
Akhirnya, kami berharap untuk terkabulnya permohonan Block Grant ini guna peningkatan Kegiatan MGMP di Kabupaten Lampung Timur.

Lampung Timur, 22 Februari 2016
Pengurus MGMP


DAFTAR ISI







BAB I

PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Pengembangan sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah guru, merupakan usaha mempersiapkan guru untuk kepentingan dirinya sehingga dapat memperbaiki kemampuan dan potensi yang dimiliki supaya dapat melaksanakan tugas fungsionalnya maupun tugas kemasyarakatan serta melengkapinya dengan berbagai wawasan, pengetahuan dan keterampilan serta memberikan rasa percaya diri guna melaksanakan tugas dan kewajibannya. Namun perlu diingat, bahwa dalam pengembangan atau peningkatan kemampuan profesional tersebut harus bertitik tolak pada kebutuhan atau permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru, karena apabila tidak demikian maka akan sia-sia saja upaya pengembangan atau peningkatan kemampuan profesional tersebut.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mempersyaratkan guru untuk memiliki: (i) memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV;  (ii) memiliki kompetensi  sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial,  dan  profesional; dan (iii) memiliki  sertifikat pendidik.  Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya. Kegiatan tersebut sangat mungkin dilaksanakan melalui kegiatan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengingat wadah ini dijadikan sebagai tempat pertemuan bagi guru mata pelajaran sejenis. Berkaitan dengan peran MGMP yang begitu strategis dalam peningkatan kompetensi guru, peningkatan kinerja MGMP merupakan hal mendesak yang harus segera dilakukan.
Dengan adanya kegiatan MGMP ini diharapakan dapat meningkatkan profesionalisme guru. Guru yang berkualitas dan profesional merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di kabupaten Lampung Timur. Karena selama ini pendidikan yang bermutu ternyata belum merata. Pendidikan bermutu masih terkonsentrasi pada daerah-daerah perkotaan, sedangkan pendidikan yang ada di daerah masih belum banyak mendapatkan sentuhan peningkatan mutu. Hal ini juga terjadi di daerah kami yaitu Lampung Timur. Di Lampung Timur sekolah-sekolah yang terkategori berkualitas masih sangat minim, apalagi didukung oleh wilayah Lampung Timur yang begitu luas, sehingga kegiatan peningkatan mutu terkadang hanya terkonsentrasi pada sekolah yang memang sudah berpredikat baik. Sekolah-sekolah yang belum memiliki prestasi menonjol biasanya kurang dilibatkan dalam program-program peningkatan mutu.
Kegiatan MGMP pun terkendala dengan jarak antar sekolah yang cukup jauh, kurangnya dukungan dari Pemerintah Daerah, kurangnya fasilitas dan fasilitator yang ada. Selain itu kegiatan MGMP selama ini berjalan hanya sekedarnya tanpa ada dukungan dana dari pihak manapun, sehingga kegiatan MGMP pun belum bisa berjalan secara optimal dan hanya kegiatan rutinitas belaka.
Walaupun selama ini belum memperoleh dukungan yang maksimal, tapi kegiatan MGMP, khususnya MGMP Matematika Kabupaten Lampung Timur masih tetap eksis. Ini terbukti dengan masih berlangsungnya kegiatan MGMP pada tahun pelajaran 2015/2016 saat ini. Adapun kegiatan yang dilakukan selama ini adalah pertemuan rutin setiap bulannya, dengan tujuan peningkatan profesionalisme guru.

Kamis, 04 Agustus 2016

Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PGSD Universitas Terbuka

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Memasuki abad ke-21 ini dunia pendidikan menghapi tantangan yang tidak ringan, terutama di bidang IPTEK yang sangat pesat. Perubahan masyarakat dunia maupun masyarakat kita sendiri dibidang sosssial budaya dan berkembangnya isu bahwa kualitas pendidikan rendah. Oleh karena itu untuk menghadapi tantangan tersebut pendidkan dan pembelajara perlu adanya perubahan baik kuantitas maupun kualitasnya. Berbagai upaya telah dilakukan di bidang pendidikan. Misalnya dkeluarkan UU SISDIKNAS  no 2 tahun 1985 dan program pendidikan 9 tahun serta diberlakukannya kurikulum- kurikulum baru seperti kurikulum 2004, KBK, KTSP.
Namun satu hal yang penting yaitu guru sebagai pelaksana langsung pencapaian tujuan pembelajaran perlu meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan memperhatikan bagaimana cara menyampaikan pengetahuan yang dimiliki itu kepada peserta didiknya. Maka dari itu peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tindakan kelas dalam mengatasi masalah tersebut.
Di SD Negeri 2 Mengandung Sari Kecamatan sekampung Udik Kabupaten Lampung timur ditentukan ketuntasan minimal untuk pelajaran Matematika adalah 60 keatas. Sedangkan siswa dikatakan belum berhasil apabila mendapat nilai kurang dari 60.
Metode penemuan pada pembelajaran Matematika dimaksudkan untuk mendorong siswa dalam memahami sesuatu yang bersifat fakta atau relasi Matematika yang masih baru bagi siswa, misalnya pola, sifat-sifat atau rumus tertentu. Setelah menemukan fakta/relasi siswa diminta untuk menarik suatu generasi dari apa yang mereka temukan sendiri.

Rabu, 03 Agustus 2016

Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menurut Depdiknas (2008: 23) merupakan lembaran-lembaran kegiatan berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. LKS memuat judul, KD yang akan dicapai, waktu penyelesaian, perangkat/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dikerjakan, dan laporan yang dikerjakan. Langkah-langkah dalam menyusun LKS menurut Depdiknas (2008: 23) adalah sebagai berikut.
a.    Analisis Kurikulum.
Analisis kurikulum bertujuan untuk menentukan materi-materi yang memerlukan bahan ajar LKS.
b.   Penyusun peta kebutuhan LKS.
Peta Kebutuhan sangat diperlukan untuk mengetahui jumlah LKS yang harus ditulis dan urutannya.
c. Penentukan judul-judul LKS.
Judul LKS ditentukan atas dasar KD-KD, materi-materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum.
d.   Penulisan LKS
Penulisan LKS dapat dilakukan dengan langka-langkah sebagai berikut:
1)   Perumusan KD yang harus dikuasai
2)   Penentukan alat Penilaian
3)   Penyusunan Materi
4)    Struktur LKS    

Rabu, 13 Juli 2016

Games Bermakna Untuk Siswa

KUIS 1 :
“MENUNJUKKAN RASA TANGGUNG JAWAB”


Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang paling tepat!
1.       Bacalah pernyataan berikut ini. Berilah tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan keadaan anda!
2.       Jumlahkan nilai dalam kolom. Daftar berikut ini menunjukkan rasa tanggungjawabmu dan gunakan untuk menganalisi dirimu, serta memperbaikinya, lingkari bidang tanggungjawab yang ingin kamu tingkatkan lebih dulu!

Problem based Learning (PBL)

Menurut Widjajanti (2011: 2) bahwa Problem based Learning (PBL) adalah  pembelajaran yang  menjadikan masalah sebagai dasar atau basis bagi siswa untuk belajar. Prinsip dasar yang mendukung konsep pembelajaran Problem based Learning yaitu belajar yang diprakarsai dengan adanya masalah dan pertanyaan  Problem based Learning telah diakui sebagai suatu pengembangan dari pembelajaran aktif dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang menggunakan masalah-masalah yang tidak terstruktur (masalah-masalah dunia  nyata  atau masalah-masalah simulasi  yang  kompleks) sebagai  titik awal  dan jangkar atau sauh untuk proses  pembelajaran. Menurut Apriyono (2011: 12) sebagai model pembelajaran Problem based Learning dilandasi oleh pemikiran bahwa kegiatan belajar hendaknya mendorong dan membantu siswa untuk terlibat secara aktif membangun pengetahuannya sehingga mencapai pemahaman yang mendalam (deep learning). Hal ini berarti bahwa Problem based Learning merupakan model pembelajaran dimana siswa dapat dengan leluasa mengembangkan kemampuan berpikir mereka, guru tidak memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa melainkan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah dan keterampilan intelektual.

Berpikir Kreatif Matematis

Ruggiero (dalam Risnanosanti, 2010: 28) mengartikan berpikir sebagai suatu aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a desire to understand). Pendapat ini menunjukkan bahwa ketika seseorang merumuskan suatu masalah, memecahkan masalah, ataupun ingin memahami sesuatu, maka seseorang tersebut melakukan aktivitas berpikir. Jenis-jenis berpikir sebagai suatu kemampuan mental seseorang dalam melakukan aktivitas berpikir salah satunya adalah berpikir kreatif.