Jumat, 09 Maret 2012

Kurikulum Model Tyler

A. LATAR BELAKANG
Kurikulum adalah kata yang sudah lazim digunakan dalam pendidikan tanpa adanya kurikulum maka tidak akan ada acuan yang digunakan dalam proes belajar mengajar. Akibatnya proses pembelajaran akan menjadi tidak terarah dan tidak terkontrol, sehingga sulit untuk mengetahui apakah tujuan diadakannya kegiatan belajar mengajar telah tercapai atau tidak.


Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan nasional adalah aspek kurikulum. Kurikulum  merupakan salah satu komponen yang memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan. Kurikulum merupakan suatu sistem  program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga pendidikan, sehingga kurukulum memegang peranan penting dalam mewujudkan sekolah yang bermutu atau berkualitas.

Perkembangan yang terkait dengan IPTEK, masyarakat, berbangsa dan bernegara, maupun isu-isu didalam dan diluar negeri merupakan hubungan yang harus dipertimbangkan dalam kuriukulum. Oleh karena itu, kita harus mampu dengan cepat menjawab tantangan-tantangan tersebut utntuk direalisaikan dalam program pendidikan. Banyak aspek pembaruan dalam bidang pendidikan yang berpengaruh terhadap kuriukulum yaitu program percepatan pembelajaran, kurikulum  muatan lokal, desentralisasi, pelaksanaan remedial dan pengayaan, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP). Disamping itu, paradigma pendidikan dan pilar-pilar pembelajaran yang telah dicanangkan pemerintah harus menjadi ladasan dalam pengembangan kurikulum.

B. PENGERTIAN KURIKULUM
Secara etimologi, kurikulum (Curriculum) berasal dari bahasa yunani yaitu currir yang artinya pelari dan curree yang berarti tempat berpacu. Itu berarti  istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman yunani kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start kemudian digunakan oleh dunia pendidikan. Secara terminologis, istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seiring perkembangan pengertian kurikulum terus mengalami pergeseran makna tugas mendidik yang diemban bersama-sama antara keluarga dan sekolah menjadi tidak berimbang, hal ini menjadikan masyarakat lebih mempercayakan masalah pendidikan anak kepada sekolah. Padahal waktu yang dimiliki anak lebih  banyak dilingkungan keluarga daripada disekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi yang sedemikian pesat diikuti peledakan informasi dan peledakan penduduk membuat beban sekolah semkin berat dan kompleks akhir-akhir ini. Hal ini juga menyebabkan masyarakat lebih banyak menuntut sekolah berupa nilai-nilai dan kemampuan anak yang harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau keguatan-kegiatan belajar siswa saja. Tetapi segala hal yang berupa mata pelajaran atau kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, tetapi segala hal yang berpengaruh pembentukan pribadi anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.

C. PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM TYLER
Pengembangan Model Kurikulum Tyler ini, lebih bersifat bagaimana merancang suatu kurikulum sesuai dengan tujuan dan misi suatu institusi pendidikan dengan demikian, model ini tidak menguraikan pengemabngan kurikulum dalam bentuk langkah-langkah kongkret atau tahapan-tahapan secar rinci. Tyler hanya memberikan dasar-dasar pengembangannya saja. Menurut Tyler ada 4 hal yang dianggap fundamental untuk mengembangkan kurikulum yaitu:

  • Menentukan Tujuan


Merumuskan tujuan kurikulum, sebenarnya sangat tergantung dari teori dan filsafat pendidikan serta model kurikulum apa yang dianut. Merumuskan tujuan merupakan langkah pertama dan utama yang harus dikerjakan. Sebab, tujuan merupakan arah atau sasaran pendidikan. 

  • Menentukan Pengalaman Belajar (Learning Experiences)

Pengalaman belajar adalah segala aktifitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pengalaman belajar bukanlah isi atau materi pelajaran dan bukan pula aktifitas guru memberikan pelajaran. Pengalaman belajar menunjukkan pada aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian yang harus dipertanyakan dalam pengalaman ini adalah “apa yang akan atau telah dikerjakan siswa” bukan  “apa yang akan atau telah diperbuat guru”.

  • Mengorganisasi Pengalaman Belajar

Langkah ketiga dalam merancang suatu kurikulum adalah mengorganisasikan pengalaman belajar baik dalam bentuk unit mata pelajaran maupun dalam bentuk program. Langkah pengorganisasian ini sangatlah penting, sebab dengan pengorganisasian yang jelas akan memberikan arah bagi pelaksanaan proses pembelajaran. Sehingga menjadi pengalaman belajar yang nyata bagi siswa.

  • Evaluasi

Proses evaluasi merupakan langkah untuk mendapatkan informasi tentang ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dengan evaluasi dapat ditentukan apakah kurikulum yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah atau belum. Evaluasi harus menilai apakah telah terjadi perubahan tingkah laku siswa dengan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan dan juga evaluasi seharusnya menggunakan lebih dari satu alat penilaian dalam suatu waktu tertentu.

Untuk Lebih memahami tentang Kurikulum Model Tyler, berikut ini adalah contoh Kurikulum Model Tyler, silahkan Download Disini. Jika sudah jangan lupa dukung blog ini dengan cara klik link ini.



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar